Kamis, 15 November 2012

Pada mu,,

Jika ada hari aku luka
Tangis mu sama dengan tangis kita
Ditengah-tengah kerinduan dalam keluasan semesta
Dan, aku pun sadar
Tersendiri kan kita pada kenyataan

Dan telah banyak mungkin
Darah berubah jadi nanah
Keringat kita
Cita-cita
dan atau bahkan mimpi kita pada sepetak sawah

Oh,, telah habis rupanya siang ini
Matahari beranjak senja
Terbias pada kemilau emas diatas sungai
Itulah, ya, itulah
Aliran angin lembut sejuk penghantar kaki-kaki perkasa pulang


Aku merasa harus duduk
Mengenangkan kembali masa-masa itu
Dimana rasa tanpa beban
tanpa bersalah
Tanpa dosa
Membuat tangis keluarga kita pecah dalam kesusahan

Ibunda,
Jika sesal selalu tak berarti dan datang diakhir
Ini aku, anak mu dengan sejuta mimpi-mimpi keluarga kita
Pada sepetak tanah dan cita-cita
Duhai
Tenanglah disana
Untuk sejuta alasan
Kami Ikhlas,,,,,

Risau biar jadi derau
Tangis ku biar cuma pecah dibatu
Rimba raya pun pasti mengerti
Selaksa bait-bait doa

Dan inilah Ibunda, aku anak mu
Dalam bentangan alam maha luas
Sajadah panjang kita tak kan pernah
Tak akan pernah
Tak akan pernah
Selalu terbentang
Selalu
dan akan selalu

Demi cita-cita mu yang belum usai,,,,,,