Rabu, 27 Juli 2016

Lelaki dari Neraka 3

Lelaki dari neraka ini
Matanya bernanah
Hidung penuh borok
Mulutnya beraroma busuk

Dipandangnya wanita wanita yang bukan muhrim dengan syahwat
Diciumnya aroma aroma maksiat
Dimakannya harta riba, anak yatim, dan saudaranya sendiri
Ditumpuk untuk dirinya sendiri

Lelaki ini hendak bertaubat
Lelaki ini hendak kembali
Lelaki ini, ingin di hargai
Lelaki ini, ingin berhenti

Tak terulur tangannya meminta maaf
Tak terangkat tangannya berdo'a
Tak terjatuh kening nya bersujud
Tak tegap badannya untuk menghadap kiblat

Hatinya terkunci
Terkunci dari ampunan
 


Senin, 25 Juli 2016

Pinggan pinggan raja



Aku adalah pinggan pinggan sang raja
Dari tanah melayu seberang pulau
Retak dan terkadang berdebu
Dalam hempasan masa silam

Aku adalah pinggan pingga sang raja
Dari tanah yang dibakar dengan panas membara
Dibentuk oleh kelembutan tangan tangan pengerajin tembikar
Dan digiring hingga akhirnya masuk kedalam istana

Namun masa masa kejayaan sang raja telah usai
Pun demikian aku
Maka jadilah aku
seperti pinggan pinggan rakyat biasa

Pontianak
26 - 07 - 2016
Ya' Ismail Ahbar

Lelaki dari Neraka

Suami merasa tak dihargai dan kehilangan harga diri

Ketika ajakan berhubungan badan ditolak
Ketika nasehat dimentahkan
Ketika perkataan disanggah
Ketika ditanya petak tanah
Ketika ditanya petak rumah
Ketika anak berkata tidak
Ketika istri berkata tidak
Ketika mertua berkata tidak

Suami akan jatuh, dalam lubang nista kehampaan
Ketika tak dapat lagi bicara
Ketika terlalu memendam lama
Amarah
rasa frustasi

Padahal bertahun tahun bekerja
demi memberi makan, pakaian, rumah, tempat tinggal, kendaraan
Kepada wanita yang dia cintai
Yang tak ia kenal sebelumnya
Yang entahlah

dan  malam ini
akulah lelaki itu

Pontianak, 26 Juli 2016
01.04.00

Kamis, 21 Juli 2016

Kekasih ku

Masih mencoba mengenal mu

Wanita yang biasa terlelap disamping ku ini
Entah
Aku seperti kehilangan banyak sekali kata kata
Seperti linglung
Seperti aku ini telah lama berjalan hanya dengan kepala


Aku masih menerka nerka
Dalam pejamnya mata mu itu
Apakah bantal dan tilam yg ku belikan ini empuk
Apakah makan hari ini yang aku beri belanja terasa nikmat
dan
Apakah kau telah mengenal aku pula

Bertahun kita  jalani
Bertahun kita arungi
Aku jadi tahu
Gombalan tak membuat mu kenyang
Gombalan tak dapat membahagiakan mu selamanya

dan dalam kerasnya kehidupan
Aku masih mencoba memahami

Apakah aku sedang menyuapkan pucuk pucuk api neraka kepada mu
Atau aku sedang membawa mu
Berasama ku kepadaNya


Pontianak, 21 Juli 2016
dalam 3 tahun pernikahan
Ya' Ismail Ahbar