Minggu, 21 Oktober 2012

Selaksa Jiwa

Hei
Ditanah hati dijiwa bumi
Melereng merapi atau semokda asap mati
Buih samudra debur ombak kala pagi

Hei,,
Antar aku kesini tempat bertepi
Langit mati memerdu nama mu, azzali
Memeluk aku mendekap sampai sari pati

Dijiwa aku mendoa
Dihati aku meminta
Dinama aku mengharapkannya
Dinafas, aku tersengal-sengal karenanya

Aku bertanya pada sejuta camar dicakrawala
Pembawa pesan ku mana yang sampai
Aku menelusur arah jejak
Menghitung gemintang
Memperkirakan sagitarius
Atau gemini
Atau aquarius
Berputar pendar pada cahaya

Hei,,
dan aku hanya duduk disini,,
Sembari sesekali menoleh pada mu,,,,,,

Jumat, 12 Oktober 2012

Mengapa jiwa ku mesti tergoncang?

Dihitam mata mu jiwa nelangsa
Aku duduk menerka-nerka
Didalamnya hati mu aku mencoba
Menjalani seluruh angin rindu

Mengerti mawar akan segera mati
Dibias bias ilalang bunga berduri
Membius aku dalam suatu kedamaian
Seribu mimpi kita

Awan
bawa kau pada  ku hujan
Selebat rindu yang melayang-layang
Aku jadi paham,.,,,,,


Sabtu, 06 Oktober 2012

Gerak Malam

Ei,,
Aku tiba pada mu malam
Samseng seru mati bisu
Ei,,,
Aku tiba pada mu malam
Samseng bisu mati biru
Ei,,,

Aku tiba kau disini
Beriak mati bertanya renyah
Jiwa mu rapuh dalam diam
Ei,,
Rupanya kau mendengkur

Tatapan mu biru
Mata mu biru
Tubuh mu biru
Hati mu mengalir diaspal

Ei,,,
Rupanya engkau mendengkur
Karena nyawa mu tertahan
Ei
Tak ada yang kenal

Selembar tanda pun tak kau punya
Sebagai bukti kau warga manusia
Ei,,,
Kau mati sendiri,,,,,,