BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Matematikan adalah mata pelajaran yang sangat penting. Materi dan konsep matematika yang diajarkan kepada anak prasekolah haruslah disesuaikan dengan kemampuan dan tahap berpikir anak yang bersangkutan. Misalnya, karena bisa dipastikan bahwa tahap berpikir anak-anak itu masih ada dalam tahap berpikir konkret, tentu mereka akan sangat kesulitan andai konsep-konsep matematika yang abstrak itu diajarkan tanpa bantuan media dan alat-alat peraga yang konkret.
Menjumlahkan, mengurangi, mengalikan dan membagi merupakan operasi-operasi dasar dalam matematika.
Tetapi, matematika bukan hanya sekedar berhubungan dengan angka dan bilanga semacam itu. Matematika adalah segala hal yang berkaitan dengan pola dan aturan itu dipakia untuk menyelesaikan berbagai macam permasalahan.
Tetapi, matematika bukan hanya sekedar berhubungan dengan angka dan bilanga semacam itu. Matematika adalah segala hal yang berkaitan dengan pola dan aturan itu dipakia untuk menyelesaikan berbagai macam permasalahan.
B. Rumusan masalah
1. Bagaimana menjadikan kegiatan “mandi” sebagai kegiatan pembelajaran Matematika ?
2. Bagaimana menjadikan perintah mandiri sebagai suatu ajakan belajar yang menyenangkan ?
3. Nyanyian seperti apakah yang dapat digunakan sebagai media belajar Matematika permulaan ?
4. Bagaimana menjadikan kegiatan menolong ibu, memberikan kesempatan kepada anak belajar matematikan ?
5. Mengapa peluang kemunculan perlu diajarkan ? bagaimana caranya?
6. Bagaimana menggunakan tebak-tebakan sebagai media belajar Matematika ?
C. Tujuan
Memberikan stimulasi pada anak usia dini atau prasekolah supaya dapat mengenal konsep matematika yang mudah untuk mereka pahami yaitu dengan cara belajar matematika dengan melalui permainan-permainan, dimana dalam permainan tersebut banyak mengandung konsep matematika untuk anak prasekolah.
BAB II
Mempresentasikan Permainan Matematika di Dalam Rumah
A. Mandi, Yuk!
Alat dan bahan:
• Mainan kecil
• Alat mandi
• Bath/ ember dan gayung
Bagi anak kecil mandi sering kali menjadi hal yang malas dilakukan. Walaupun ketika sudah berada dikamar mandi dan bermain air, mereka susah dihentikan. Hal ini biasanya terjadi ketika anak begitu asyik dengan aktivitas bermainnya. Pada saat mandi anak asyik dengan mainannya pada saat itulah sebagai orang dewasa kita dapat mengajak anak untuk menghitung mainan yang ada dalam bath. Misalnya kita dapat menghitung ada berapa jumlah nainan bola yang ada dalam bath saat mereka mandi, kita dapat mengajak anak dngan menannyakan ada berapa bolanya yang ada nak? Maka dengan penuh semangat anak akan langsung menghitungnya:
“satu, dua, tiga, empat, lima”. Ada lima!
Mandi adalah merupakan kegiatan rutin yang sering dan pasti dilakukan, maka mengajarkan berhitung kepada anak saat mandi bisa sangat efektif. Terutama untuk menhafalkan urutan bilangan, juga konsep banyak warna.
B. Pakai bajumu, Nak!
Alat dan bahan:
pakaian ( baju atau celana ) berkancing yang hendk dipakai
Saat berganti ataupun saat memakai pakaian sehabis mandi, bisa menjadi saat bermain dan belajar matematika yang menyenangkan bersama anak. Kita bisa bermain-main bersama anak, misalnya selain menghitung jumlah semua kancing yang ada dibaju atau celana, bisa juga menghitung jumlah saku ( kantong) baju atau celananya. Contoh permainan ini kita lakukan bertujuan untuk menghitung ada barepa jumlah kancing yang ada pada baju yang adik pakai saat itu.
Atau kita juga dapat mengenalkan konsep perbandinngan yaitu besar- kecil, panjang- pendek. Misalnya membandingkan baju yang adik pakai dengan baju baju yang ibu pakai, anak bisa melihat mana baju yang lebih besar dan mana baju yang kecil.
C. Nyanyian dan Sajak Kanak-Kanak
Anak-anak kecil senang sekali mendengarkan, menyanyi, atau bahkan mendengarkan musik dan lagu. Dalam mengarahkan potensi anak pada hal tersebut kita bisa mengajarkan kepadanya beberapa lagu yang memperkenalkan konsep matematika seperti lagu balonku.
Kita dapat menyediakan balon dengan warna-warna seperti yang ada pada lagu tersebut (merah, kuning, kelabu, hijau muda dan biru). Selain kita mengenalkan konsep operasi (pengurangan) bilangan, kita juga mengenalkan berbagai macam warna kepada anak-anak. Bagian yang menyenangkan adalah ketika kita tusuk balon yang berwarna hijau sehingga meletus, berbarengan ketika anak-anak mengucapkan kata “Dorr”.
Untuk mengecek konsentrasi anak kita dapat mengajak anak menghitung kembali jumlah balon yang tersisa setelah satu balon hijau tadi meletus, dan berapa jumlahnya jika ditambahkan kembali balon warna yang lain.
D. Membantu Ibu
Alat dan bahan:
• Beberapa pasang sepatu
Tanpa kehadiran pembatu dirumah, banyak pekerjaan rumah tangga yang dilakukan sendiri. Ditambah ulah sikecil yang membuat pekerjaan itu tiada hentinya, membuat kepala menjadi pusing memikirkannya. Dalam hal ini kita bisa mengajak anak untuk melakukan pekerjaan kecil seperti menyimpan sepatu yang telah dipakainya ke rak sepatu.
Disini kita meminta anak untuk mencari pasangan sepatu yang ia susun apakah sudah sesuai dengan pasangannya atau belum, anak akan mencari-cari mana salah satu dari sepatu yang sama kuran dan bentuknya. Ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada anak untuk mengenal pasangan sepatu yang sesuai.
E. Lempar Koin
Alat dan bahan:
· Uang logam/ koin
Kita sedang mengenalkan konsep peluang suatu kejadian kepada anak. Peluang suatu kejadian kepada anak. Peluang suatu kejadian adalah kemungkinan terjadinya sebuah peristiwa/ kejadian(event). Peluang suatu kejadian adalah satu konsep matematika yang merupakan bagian dari statistik.
Dalam permainan ini kita dapat mengenalkan hitungan atau berhitung. Misalnya, menghitung berapa kali masing-masing pemain memperoleh tebakan yang benar sehingga bisa menentukan siapa yang menjadi pemenang dalam permainan itu.
F. Isi atau kosong
Alat dan bahan:
• Benda kecil seperti (batu/ biji-bijian)
Secara tidak langsung kita sedang mengenalkan konsep peluang suatu kejadian secara sederhana kepada anak. Anak akan paham, jika dia salah menebak bearti penebak lain yang akan menang, begitu juga sebaliknya.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kegiatan sehari-hari yang biasa dilakukan oleh anak-anak, baik sendirian maupun bersama patnernya dapat berubah menjadi suatu pembelajaran tidak langsung yang menyenangkan, kebiasaan-kebiasaan tradisional inilah yang bila diarahkan secara tepat akan menjadi pembelajaran matematika secara alami.
B. Saran
Kreativitas serta ketekunan orang tua dalam menjaga, memasukkan, serta mengamati pembelajaran yang mana yang cocok atau tidak cocok, bisa atau tidak bisa sangat dituntut dalam hal pembelajaran permulaan bagi anak – anak.
Daftar Pustaka
Ismayani, Ani. 2001. Fun Math With Children. PT. Elex Media Komputindo, Jakarta.
TUGAS KELOMPOK 1
MEMPPRESENTASIKAN PERMAINAN METEMATIKA PRASEKOLAH di DALAM RUMAH
Dosen Pembimbing :
Dr. Fadilah, M.Pd
Reguler A
Di susun oleh:
YA’ISMAIL AHBAR F54009005
ESIH SURYANI F54009007
RISKA YULANDA F54009008
ENDANG SUMIATI F54009009
![]() |
JURUSAN ILMU PENDIDIKAN
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
UNIVERSITAS TANJUNGPURA PONTIANAK
2011
| |
KATA PENGANTAR
Puji dan ucap syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang mana telah menganugerahkan kepada kami sehingga dapat menyelesaikan tugas tersruktur dalam bentuk makalah yang berjudul “ mempresentasikan matematika prasekolah di dalam rumah ”.
Ucapan terima kasih kami ucapkan kepada ibu Fadilah, M.Pd selaku dosen pembimbing mata kuliah Pengembangan Metematika Prasekolah AUD yang telah memberikan saran dan kritik juga bimbingan kepada kami dalam penyelesaian tugas ini, juga kepada setiap pihak yang telah membantu baik secara moril maupun materil.
Kami menyadari sepenuhnya bahwa penulisan makalah ini jauh dari kesempurnaan, tapi kami telah berusaha sebaik mungkin untuk penyempurnaannya, layak nya sebuah petuah yang mengatakan kesempurnaan hanya milik sang pencipta. Maka kami dengan senang hati menerima kritik dan saran yang membangun agar kedepannya ini menjadi lebih baik.
Semoga apa yang tertuang dalam penulisan makalah kami ini dapat bermanfaat dalam membuka cakrawala pemikiran kita khususnya dalam pembelajaran terpadu anak usia dini.
Pontianak, Sept 2011
Ttd
TIM PENYUSUN
|
DAFTAR ISI
Kata Pengantar..................................................................................................... i
Daftar Isi.............................................................................................................. ii
Bab 1 Pendahuluan
A. Latar Belakang............................................................................. 1
B. Rumusan Masalah......................................................................... 1
C. Tujuan........................................................................................... 1
Bab II Pembahasan
A. Mandi Yuk................................................................................... 3
B. Pakai Baju mu Nak!...................................................................... 3
C. Nyanyian sejak kanak-kanak........................................................ 4
D. Membantu Ibu.............................................................................. 4
E. Lempar koin.................................................................................. 5
F. Isi atau Kosong............................................................................. 5
Bab III Penutup
A. Kesimpulan................................................................................... 6
B. Saran............................................................................................. 6
|

Tidak ada komentar:
Posting Komentar