Kamis, 29 Maret 2012

Orasi

Wahai kalian yang turun kejalan
Jaga semangat tuk terus berjuang
Jangan gentar dengan Aparat bersenjata lengkap
Kita hanya bermodal TOA berbaterai 3
Kita menyuarakan aspirasi kampung tengah kita saja

Wahai kalian yang turun kejalan

Jangan takut dengan kebiadaban yang mungkin akan kita terima
Sebab kita berjuang untuk mereka juga
Kita bermodal pita suara
jangan takut melawan Kapitalisme

Wahai kalian yang turun kejalan
Untuk mu kepersembahkan doa
setulus hati,
Pita hitam tanda perjuangan mu
Takkan usai oleh Peluru tajam,.,,,

Wahai kalian yang turun kejalan
Jangan kecewa SBY bepergian
Mereka sedang mengungsi karena banjir bandang
Sedang melanda mengepung Istana

Wahai kalian yang turun kejalan
Semoga Allah masih merestui NKRI ini,,,

Kamis, 22 Maret 2012

Ketika Ayam bertelur Mandul

Aku bertanya, ada berapa Fakultas yang melahirkan Sarjana Pendidik ? tapi kebodohan dimana-mana, ada berapa Fakultas yang melahirkan sarjana  kesehatan ? tapi yang sekarat berjubel-jubel antrinya, Berapa banyak Fakultas yang melahirkan sarjana Hukum ? Tapi moral kita porak poranda, Ada berapa banyak Fakultas yang melahirkan Sarjana ekonomi ? Tapi kemiskinan menjerit - jerit, Ada berapa banyak Fakultas yang melahirkan Sarjana Teknologi ? tapi mengapa kita masih manual ? Ada berapa banyak Fakultas yang melahirkan Sarjana IPA - MTK. tapi tetap saja hitung-hitungan jadi musuh besar kita,
Mau berapa banyak lagi sarjana-sarjana ini lahir ? Mau berapa lama lagi mereka atau kami atau saya mondar mandir mencari mimpi ?
"Ketika kalian memberikan kepemimpinan bukan kepada ahlinya, maka yang perlu kalian tunggu, hanyalah kehancurannya saja"

Dan pada akhirnya, kami, atau mereka, atau saya, yang berjuang mati-matian, di jejalkan teori sebanyak mungkin, kemudian menguji cobakannya dalam beragam bentuk, dan pada akhirnya menguap begitu saja,.
Demikian juga ketika Pemerintah menaikkan BBM, aku jadi bertanya lagi "Perlukan menaikkan ini" Ketika Pemerintah bilang ada BLTSM, kok seperti beli kucing dalam karung, tidak jelas kucing apa, kaki berapa, telinga apa. Ketika ada subsidi untuk transportasi 5 T, mau di buat apa ?
Lalu apa gunanya mencabut subsidi kalau hanya untuk dibuang - buang begitu saja, hanya akan mericuhkan warga miskin yang berjubel - jubel mengantri, hanya menambah kenyang pemenang Tender, hanya akan menambah panjang daftar kebodohan sebodoh - bodohnya yang kita buat,,
Semoga, Allah Tuhan semesta Alam Yang Maha Kaya, merestui NKRI ini lagi,, semoga kita tak terbiasa makan ikan yang bukan dari pancing kita sendiri,,,, Amin,....
Ya' Ismail Ahbar
Mahasiswa FKIP PG - PAUD
Universitas Tanjung Pura
Pontianak

Selasa, 20 Maret 2012

Rindu Gersang


Siang membakar debu
Panas nya menggumpal-gumpal
Sendal busuk putus
aku berasa malu

Tapi bukan ini yang hendak ku beritakan
Ada rindu peneduh berkelebat
Berkilat-kilat keperakan dibawah sinar matahari
Aku yang berpeluh ini
Juga menahan rindu

Angin sejuk sepoi malu
Aku merah legam melangkah
Tertatih - tatih menahan
Rinduku menebal
Seiring detik - detik

dan panas benar - benar membakar
Kulit hitam hati gersang
Rinduku habis di tenggorokan
Jiwa ku rapuh

Aku menguat-nguatkan pijakan
Dihati mu aku berjalan,
Mencari-cari tempat
Kemana rindu ini harus bertambat ?

Manajemen dan Konsep PAUD


BAB I
Pendahuluan

A.    Latar Belakang
Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat, dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, taat, berilmu, cakap, kreatif dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (UU RI No. 20/2003 BAB II Pasal 3).
Tujuan Paud yang ingin dicapai adalah untuk mengembangkan pengetahuan dan pemahaman orang tua, guru, serta pihak-pihak yang terkait dengan pendidikan dan perkembangan anak usia dini.
Tujuan pendidikan PAUD secara umum adalah mengembangkan berbagai potensi anak sejak dini sebagai persiapan untuk hidup dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

Senin, 12 Maret 2012

Kami yang Muak

Yang terhempas
Yang marah
Yang tertindas
Yang teriak
Yang meminta
Yang diabaikan,,

Akan ada saatnya,
Ketika muntah tak dapat ditahan
Akan kebencian yang menjelma
Menjerat relung hati

Engkau yang berkuasa
Segera mengertilah,
Kami bosan membayar upeti
Jika hanya untuk disimpat dilaci
Di almari besi
DI kantong pribadi

Kami siap berontak,,
Kami siap tumpahkan darah
Kami siap perang

Tapi,
Apakah harus kami begini
Agar kau mengerti,
Bahwa keadilan adalah segalanya
Bahwa keadilan adalah menempatkan sesuatu sesuai ukurannya
Bahwa keadilan adalah MUTLAK
Bahwa kami juga telah benar - benar muak