Siang membakar debu
Panas nya menggumpal-gumpal
Sendal busuk putus
aku berasa malu
Tapi bukan ini yang hendak ku beritakan
Ada rindu peneduh berkelebat
Berkilat-kilat keperakan dibawah sinar matahari
Aku yang berpeluh ini
Juga menahan rindu
Angin sejuk sepoi malu
Aku merah legam melangkah
Tertatih - tatih menahan
Rinduku menebal
Seiring detik - detik
dan panas benar - benar membakar
Kulit hitam hati gersang
Rinduku habis di tenggorokan
Jiwa ku rapuh
Aku menguat-nguatkan pijakan
Dihati mu aku berjalan,
Mencari-cari tempat
Kemana rindu ini harus bertambat ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar