Aku bertanya, ada berapa
Fakultas yang melahirkan Sarjana Pendidik ? tapi kebodohan dimana-mana,
ada berapa Fakultas yang melahirkan sarjana kesehatan ? tapi yang
sekarat berjubel-jubel antrinya, Berapa banyak Fakultas yang melahirkan
sarjana Hukum ? Tapi moral kita porak poranda, Ada berapa banyak
Fakultas yang melahirkan Sarjana ekonomi ? Tapi kemiskinan menjerit -
jerit, Ada berapa banyak Fakultas yang melahirkan Sarjana Teknologi ?
tapi mengapa kita masih manual ? Ada berapa banyak Fakultas yang
melahirkan Sarjana IPA - MTK. tapi tetap saja hitung-hitungan jadi musuh
besar kita,
Mau berapa banyak lagi sarjana-sarjana ini lahir ? Mau berapa lama lagi mereka atau kami atau saya mondar mandir mencari mimpi ?
Mau berapa banyak lagi sarjana-sarjana ini lahir ? Mau berapa lama lagi mereka atau kami atau saya mondar mandir mencari mimpi ?
"Ketika kalian memberikan kepemimpinan bukan kepada ahlinya, maka yang perlu kalian tunggu, hanyalah kehancurannya saja"
Dan pada
akhirnya, kami, atau mereka, atau saya, yang berjuang mati-matian, di
jejalkan teori sebanyak mungkin, kemudian menguji cobakannya dalam
beragam bentuk, dan pada akhirnya menguap begitu saja,.
Demikian juga ketika Pemerintah menaikkan BBM, aku jadi bertanya lagi
"Perlukan menaikkan ini" Ketika Pemerintah bilang ada BLTSM, kok seperti
beli kucing dalam karung, tidak jelas kucing apa, kaki berapa, telinga
apa. Ketika ada subsidi untuk transportasi 5 T, mau di buat apa ?
Lalu
apa gunanya mencabut subsidi kalau hanya untuk dibuang - buang begitu
saja, hanya akan mericuhkan warga miskin yang berjubel - jubel
mengantri, hanya menambah kenyang pemenang Tender, hanya akan menambah
panjang daftar kebodohan sebodoh - bodohnya yang kita buat,,
Semoga,
Allah Tuhan semesta Alam Yang Maha Kaya, merestui NKRI ini lagi,,
semoga kita tak terbiasa makan ikan yang bukan dari pancing kita
sendiri,,,, Amin,....
Ya' Ismail Ahbar
Mahasiswa FKIP PG - PAUD
Universitas Tanjung Pura
Pontianak
Tidak ada komentar:
Posting Komentar