Oleh Ya' Ismail Ahbar
Masih ingat lagu H. Rhoma Irama yang judulnya "Darah Muda"?. Ya, ini adalah lagu yang dengan jelas menggambarkan tipikal anak muda, makhluk setengah matang yang punya jiwa yang berapi-api. Atau bisa "ku" bilang makhluk super kompleks.
Masa ini sering juga disebut masa dewasa awal atau remaja akhir, pada masa ini, psikososial dan emosional remaja sedang dalam masa yang kritis tahap dua, setelah masa kritis tahap satu pada waktu kanak - kanak. Pada masa inilah anak sering dikatakan mencari
jati dirinya, yang entah dari mana istilah ini begitu mengemuka, dan secara umum digunakan remaja
sebagai pembenaran atas perilaku remaja.jati dirinya, yang entah dari mana istilah ini begitu mengemuka, dan secara umum digunakan remaja
Seringkali kita dan para orang tua serta kritikus menganggap semua kenakalan remaja pada saat ini adalah karena sekarang kita telah memasuki suatu era yang disebut era globalisasi. Era dimana kita menjadi makhluk sosial yang super luas diseluruh dunia. Masa dimana koneksi supercepat menghubungkan seluruh makhluk dipermukaan bumi.
Tidak bisa kita pungkiri, inilah kebaikan dari era ini, semua begitu cepat dan mudah. Tapi muncul kenyataan baru yang juga sangat berpengaruh pada masyarakat Indonesia, its Hedonisme. Era globalisasi telah memaksa kita yang tidak siap menerimanya harus beradaptasi dengan cepat. Kebiasaan primitif yang telah lama dihilangkan, misalnya telanjang dimuka umum kembali dimunculkan. Dan benar saja, kita belum siap menerima ini.
Lalu, bagaimana dengan remaja kita, makhluk yang katanya dipundak mereka inilah harapan bangsa ini dipanggul ?. Kita tentu tidak menafikan berapa banyak dari kita yang begitu amat berprestasi dikancah internasional dan segala bidang. Lalu juga kita tidak boleh menjugde semua ABG ini, hanya dengan memperhatikan kasus tertentu lalu mengaplikasikannya pada semua populasi, kan ?
Tapi kita tidak boleh tidak, harus segera melek, bahwa kita sebenarnya berada pada masa dimana kehancuran bangsa kian mendekat dengan cepat. Jika anda mengetikan kata "ABG" di engine search, maka link teratas yang muncul adalah link P**rn*. Mengapa bisa demikian ?. Apakah lalu kita menyalahkan mereka ? Orangtuanya ? Lingkungan Sekitarnya ? Agamanya ? atau era globalisasi ini sendiri ? .
Saya sampai bertanya - tanya dihati, apakah kita sekarang ini sudah tak menghargai lagi sejemput daging dibawah selangkangan kita ? sehingga dengan siapa saja kita bisa dengan mudah mengobral murah, yaps, lewat janji kosong saja itu semua bisa terjual dan berpindah tangan.
Mungkin akan sangat naif jika saya mengatakan diri saya melewati masa remaja dengan sempurna, tanpa cela, mustahil. Tapi masa remaja ini dapat dilewati dengan dukungan semua pihak.
Inilah masa yang jelas diterangkan sebagai salah satu tanda - tanda akhir jaman, bukan kah jika sesuatu yang berada diatas maka yang ditunggu adalah kapan jatuhnya ?
.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar