Minggu, 21 Oktober 2012

Selaksa Jiwa

Hei
Ditanah hati dijiwa bumi
Melereng merapi atau semokda asap mati
Buih samudra debur ombak kala pagi

Hei,,
Antar aku kesini tempat bertepi
Langit mati memerdu nama mu, azzali
Memeluk aku mendekap sampai sari pati

Dijiwa aku mendoa
Dihati aku meminta
Dinama aku mengharapkannya
Dinafas, aku tersengal-sengal karenanya

Aku bertanya pada sejuta camar dicakrawala
Pembawa pesan ku mana yang sampai
Aku menelusur arah jejak
Menghitung gemintang
Memperkirakan sagitarius
Atau gemini
Atau aquarius
Berputar pendar pada cahaya

Hei,,
dan aku hanya duduk disini,,
Sembari sesekali menoleh pada mu,,,,,,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar