Senin, 13 Februari 2012

Air Darah dan Mata Api

Hari malam
Terang bintang
Gadis remaja mulai telanjang
Dengan wangi neraka

Sedikit bimbang ia melangkah,
Tapi nasib mengutukinya habis-habisan
Tak sempat bersenda gurau,
Laju jalan bersandar malam

Ia coba taubat
Kembali ke pangkuan ibu
Tapi ibunya malu
Coba ke meja kerja ayah
Tapi ayah murka

Air matanya menyambar
Meleleh bagai lava
Pijar kebanggaan
Darah kesucian

Ia telah jual itu semua
Demi jaman
yang ternyata juga tak berpihak padanya

Habis sudah
Kecewa dan luka yang ia coba bawa lari
Demi nama baik
Demi tak disebut pelacur..










Tidak ada komentar:

Posting Komentar