Tentang Yeni dan Sarinah
Kawan, kau baca buku Sarinah itu
Wanita-wanita perkasa
Yang memikul bakul di kala pagi masih buta
Wanita-wanita yang berteriak meneriaki pagi mendahului kokok Ayam
Tapi kembali kerumah
Tetap dengan segala kasih cinta nya
Memeluk Malaikat kecilnya
Menangis bersimpuh di pangkuan suaminya
Tertawa senyum di pelukan Kekasihnya
Bersujud dalam do'a di pertigaan akhir malam
Kawan, aku telah banyak mendengar tentang Sarinah
Mengasuh Sang "Proklamator" kita
Mendidiknya jadi orang "besar"
Kawan, aku terkagum-kagum pada nya
Tapi, suatu saat, kau dengar juga tentang Cleopatra
Matanya aduhai cantik jelita
Tinggi semampai
Menggoda jiwa
Bertahta pada batu safir
Berlian
Dan segala kemewahan dunia
Sampai kawan, aku juga terkagum-kagum pada nya
Ini cerita bertolak belakang dengan realita
Memudar dalam logika
Pengibul kelas wahid
Penggombal kelas kakap
dan, pelipur pada hati yang terluka
Coba kau tengok wanita ku ini
Duduk terpojok
Menangis tersedu-sedu memohon
Menghiba pada kenyataan
Kesemampaian membawanya kesini
Matanya yang indah membuka pintunya disini
Tubuhnya,, aduhai celaka menenggelamkannya disini
Dia bukan Sarinah yang perkasa
Atau Cleoptra yang jelita
Dia hanyalah "Yeni"...
Gadis desa yang terjebak di metro
Yang terangkut dalam bus-bus kota
Yang terpojok
Yang tak bisa berdaya lagi
Yang kau sebut "wanita malam"
Yang berdo'a pun, ia telah malu,,,
Tapi kembali kerumah
Tetap dengan segala kasih cinta nya
Memeluk Malaikat kecilnya
Menangis bersimpuh di pangkuan suaminya
Tertawa senyum di pelukan Kekasihnya
Bersujud dalam do'a di pertigaan akhir malam
Kawan, aku telah banyak mendengar tentang Sarinah
Mengasuh Sang "Proklamator" kita
Mendidiknya jadi orang "besar"
Kawan, aku terkagum-kagum pada nya
Tapi, suatu saat, kau dengar juga tentang Cleopatra
Matanya aduhai cantik jelita
Tinggi semampai
Menggoda jiwa
Bertahta pada batu safir
Berlian
Dan segala kemewahan dunia
Sampai kawan, aku juga terkagum-kagum pada nya
Ini cerita bertolak belakang dengan realita
Memudar dalam logika
Pengibul kelas wahid
Penggombal kelas kakap
dan, pelipur pada hati yang terluka
Coba kau tengok wanita ku ini
Duduk terpojok
Menangis tersedu-sedu memohon
Menghiba pada kenyataan
Kesemampaian membawanya kesini
Matanya yang indah membuka pintunya disini
Tubuhnya,, aduhai celaka menenggelamkannya disini
Dia bukan Sarinah yang perkasa
Atau Cleoptra yang jelita
Dia hanyalah "Yeni"...
Gadis desa yang terjebak di metro
Yang terangkut dalam bus-bus kota
Yang terpojok
Yang tak bisa berdaya lagi
Yang kau sebut "wanita malam"
Yang berdo'a pun, ia telah malu,,,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar